Suara Untuk Indonesia Bebas Kusta

Sumber gambar kompas.com

Ini adalah foto Putri  Diana saat berkunjung pertama kali ke Indonesia Pada tahun 1989. Menurut organisasi kesehatan yang bergerak di masalah penyakit kusta, Leprosy Mission, Diana berkunjung ke Rumah Sakit Sitana di Banten untuk mengunjungi penderita kusta. Putri Diana bahkan bersentuhan dan berjabat tangan dengan  pasien kusta. Tak terlihat takut ataupun jijik,  malah Putri Diana terlihat duduk di sebelah pasien kusta dan asyik mengobrol dengan mereka. 

Bagi Putri Diana selalu menjadi perhatiannya untuk menyentuh penderita kusta. Ia berusaha menunjukan aksi sederhana  membantu menepis mitos dan kabar bohong yang terlanjur menyebar soal penyakit kusta. Karena banyak orang beranggapan bahwa kusta adalah penyakit kutukan. Oleh karena itu banyak pasien yang dijauhi bahkan dikucilkan. Sebagai sesama  manusia kita harusnya  membantu pasien kusta maju ke depan untuk diagnosis dan pengobatan.

Tetapi apasih penyakit kusta itu ? Masa di masa modern dimana pengobatan begitu canggih masih ada penyakit  jaman nabi ? 

Apa itu Kusta ?

Menurut KBBI kusta merupakan penyakit menahun yang menyerang kulit dan saraf secara perlahan – lahan dan menyebabkan kerusakan pada anggota tubuh.Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. 

Penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis yaitu kusta kering dan kusta basah.Penyakit ini sebenarnya tidak mudah menular bahkan sulit menular.

Gejala

1.Mati rasa pada kulit meliputi tidak bisa merasakan suhu, sentuhan,tekanan , atau rasa sakit

2.Anggota badan terasa kesemutan

3.Muncul lesi pucat yang berwarna lebih terang dan hiperpigmentasi pada kulit

4.Muncul benjolan kemerahan di area kulit

5.Kulit tidak berkeringat

6.Terjadi pembesaran saraf di siku dan lutut

7.Otot melemah

8.Kehilangan alis dan bulu mata

9.Mata menjadi kering dan jarang berkedip

10.Mimisan, hidung tersumbat, bahkan kehilangan tulang hidung

11.Pada gejala lanjutan penderita mengalami kecacatan seperti jari yang kaku dan memendek bahkan hingga putus. Kelopak mata tidak bisa menutup sempurna.


Pengobatan

Obat untuk menyembuhkan penyakit kusta dikemas dalam blister yang disebut MDT ( Multi Drug Therapy) atau pengobatan lebih dari satu macam obat. Kombinasinya pun tergantung dari jenis penyakit kusta yang sialami pasien. Untuk tipe kering, obat harus dikonsumsi selama 6 bulan. Sementara bagi penderitaa kusta jenis basah, obat wajib diminum selama 12 bulan dengan teratur

Pencegahan

1.Menjaga daya tahan tubuh

2.Perhatikan ventilasi lingkungan sekitar

3. Hindari berpergian ke daerah endemik kusta

4. Jika ada keluarga yang mengalami kusta, ingatkan untuk mengonsumsi obat hingga sembuh

5.Pakai masker dan jaga kebersihan


Menepis Mitos dan  Kabar Bohong Tentang Penyakit Kusta

Kita mungkin sering mendengar istilah kusta dalam teks – teks sejarah dan kitab suci merujuk pada kulit yang tidak halus dan bersih.  Dalam kitab – kitab suci tersebut kusta diceritakan sebagai  wabah yang menular nan mematikan dan belum diketahui obatnya. Bahkan kita tidak boleh dekat – dekat ataupun melihatnya. Agaknya pengetahuan tentang kusta di masa hidup pemimpin agama kala itu belum memadai, yang sayangnya  berujung pengucilan penderita kusta. Sekarang teknologi sudah maju bahkan sudah ditemukan pula obat untuk penyakit kusta. Jadi soal kusta mudah menular dan tidak dapat disembuhkan itu tidak benar ya teman - teman.

Ada mitos lagi kalau kusta hanya menyerang lansia, padahal kenyataannya kusta bisa menyerang siapa saja dan dari semua kalangan usia. Lalu ada lagi mitos kalau kusta  identik dengan kemiskinan alias penyakitnya orang miskin. Padahal Kusta bisa menyerang siapa saja tidak memandang harta. Siapapun bisa terkena kalau melakukan kontak erat cukup lama jika belum berobat. Padahal, kalau berobat dengan benar kusta tidak akan menular.

Penderita kusta hendaknya dijauhkan dari stigma dan diskriminasi dalam kehidupan masyarakat. Pengucilan tersebut membuat penderita kusta baik atau dengan disabilitas  ini kehilangan semangat hidup , produktivitas, yang mestinya tanpa stigma dan diskriminasi. Diberikan dukungan moral maupun fisik dari berbagai pihak agar mereka bisa berdaya. 

Karena stigma dan diskriminasi ini  menepikan hak – hak mereka dalam bermasyarakat padahal mereka ini punya hak yang sama dengan kita semua. Mari kita pahami kondisi penyakit ini, memperbaiki sudut pandang kita atas penderitanya . Kusta bisa diobati dan dicegah. Kusta bukan penyakit azab ataupun kutukan apalagi karena guna – guna.


0 Komentar