Dear pandemi. Kapan ya dunia seperti dulu. Sekarang semuanya jadi serba sulit. Sulit uang sulit jalan – jalan misalnya (wkwk). Selama pandemic ini tiap libur saya Cuma rebahan di kosan, mantengin iflix atau kalau nggak ya scroll social media sampe entah berapa kilometer kalau diukur.
Minggu
ini saya pengen beda, jadinya pas diajakin temen saya ke Jogja saya iya – iya
aja. Jadinya pas pulang kerja sore itu saya dijemput dan langsung otw, masih
pake seragam kerja lagi. Kemana aja terserah yang penting ke Malioboro dulu
cari makan malam.
Sebenernya
kalau ke Jogja tuh kayak kurang gitu kalau nggak mantai dulu. Saya iseng –
iseng aja nyari lokasi objek wisata
pantai di instagram. Dan saya tertarik sama Pantai Ngobaran. Cantik banget
pantainya. Bisa buat ngibulin penonton snapgram saya biar ngira saya banyak
duit sampai liburan jauh ke Bali. Padahal ini masih di Gunung Kidul Handayani
(wkwk)
Inilah
pesona Pantai Ngobaran
1.
Uluwatu Versi Jogja
Berada di atas
tebing dengan bangunan Pura seperti di Bali. Nuansanya mengingatkan para
pengunjung kepada salah satu obyek wisata Bali, yaitu Uluwatu. Dari atas kita
bisa melihat pemandangan lautan biru yang luas dan memantulkan sinar matahari
berwarna keemasan.
Di samping itu,
terdapat banyak batu karang di bawah tebing dengan ukuran bervariasi. Jika Anda
Saya pengen sih turun kebawah merasakan sensasi deburan ombak di sekitar
karang, Tapi mager menuruni tebing melalui akses tangga, jadiya ya Cuma muter –
muter di atas sambil foto – foto.
2.Perpaduan Budaya dan Agama
Ada
bangunan berupa gapura dan patung-patung simbol agama Hindu dan Budha
didirikan. Tujuannya untuk menghormati kedatangan keturunan Raja Brawijaya V di
pantai tersebut. Tak hanya
gapura, prasasti dan beberapa arca saja, tapi ada juga bangunan Joglo dengan aliran Kejawen. Aliran
ini didasarkan pada anak Raja Brawijaya V, yaitu Bondan Kejawen.
Di sini terdapat pula bangunan Masjid di depan sebuah
Pura dengan ukuran 3×4 meter. Uniknya, bangunan Masjid ini tidak menghadap
timur seperti Masjid lain, tapi menghadap ke arah selatan. Meskipun begitu,
petunjuk arah kiblat tetap diberikan agar pengunjung yang ingin beribadah tidak
kebingungan.
Saya jadi
teringat sebuah kutipan film :
Kenapa Tuhan menciptakan perbedaan kalau Dia hanya mau disembah dengan satu cara ?
Sejarah dan Asal Usul Pantai Ngobaran
Nama Pantai Ngobaran
yang unik ini tentu tak lepas dari cerita masalalu.Kisahnya berawal dari
Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak. Pada saat itu, Kerajaan Majapahit berada
di bawah kepemimpinan Raja Prabu Brawijaya V.
Suatu hari,
Kerajaan Majapahit diserang oleh Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah,
putra dari Raja Prabu Brawijaya V sendiri. Raja Prabu Brawijaya V tidak mau
melawan anaknya sendiri, sehingga dia memutuskan untuk melarikan diri bersama
anaknya yang lain, yaitu Bondan Kejawen.
Dalam cerita lain juga disebutkan bahwa sang Raja tidak
melarikan diri bersama Bondan Kejawen, namun dengan salah seorang istrinya.
Lokasi
Desa Kanigoro, kecamatan Saptosari Kabupaten
Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta
Rute
klik di sini
Jam Operasional
Senin-Mingu
: 24 Jam
Harga Tiket Masuk
Rp 5.000



0 Komentar